Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

antara perempuan dan pornografi..

15.39 Dini Khoirinnisa A 2 Comments Category : ,

Asw..
Sebelumnya tulisan ini disusun uda sekitar 2 minggu, namun apa daya karena kami sangat sibuk (??) jadinya baru bisa diposting sekarang deh..

Tema ini termasuk ke dalam topic discussion English kita, walau pun tema resminya sebenarnya tentang sex education, tapi malah menyerempet lumayan dekatlah jadi ke masalah RUU APP..still remember?? Dan untungnya lagi kita kemarin (28/2) juga baru dapet seminar tentang pornografi dan pornoaksi gitu.. Maksud tulisan ini sebenarnya hanya ingin memberitahukan kepada yang baca tentang fenomena pornografi yang sebenarnya sangat berbahaya namun anehnya malah banyak orang yang bangga untuk melakukan hal itu..

Pornografi sendiri arti harfiahnya adalah “gambar pelacur” atau “pelacur yang digambar”. Kata “porn” sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya “pelacur”. Buat bentuknya seperti apa, pasti lah semua orang sudah tahu seperti apa pornografi itu. Nah, yang mengherankan dan masih menjadi masalah adalah kebanyakan orang melakukan pornografi dengan alasan mereka gak tau apa aja sih batasan yang masuk dalam kategori pornografi itu??

Sekilas discussion kita saat jam pelajaran bahasa Inggris..
Dimulai dengan pertanyaan,” Who are disagree with RUU APP?” [wah ternyata teman kita ada yang angkat tangan]
“ Why?” [Apa jawaban teman kita tadi??]
“ Karena sampai saat ini yang dikatakan pornografi atau tidak itu masih relative, masih belum jelas. Jadi bisa aja saat kita melakukan hal itu, kita merasa biasa saja namun orang lain saja yang menganggap hal tersebut sebagai pornografi.” [pake bahasa Inggris tentunya]

Ok.. Batasan.. Terkadang orang-orang saat ditanya seperti apa batasan pornografi itu mereka malah ngeles dan malah enggan untuk menjawab. Ada orang-orang yang menganggap pornografi sebagai seni dan mereka tentu saja bebas untuk mengekspresikan seni mereka. Tapi..please deh, buat yang satu ini. Setiap orang memang mempunyai kebebasan serta hak-hak buat berekspresi dan tentu saja hak asasi manusia, tapi sadarkah mereka kalau yang mereka perbuat itu secara gak langsung mengganggu hidup orang lain?

Apakah saat mereka melakukan pornografi itu mereka memikirkan efek jangka panjangnya buat generasi muda kita nanti? Apa jadinya kalau pornografi makin marak sehingga membuat semua anak muda kita menjadi penggemar pornografi? Bisakah kita membangun bangsa ini dengan generasi muda yang tak berbudi dan hanya memiliki nafsu belaka??

Pornografi menyebabkan makin banyaknya tingkat seks di luar nikah dan juga kasus perkosaan. Iyalah, coba kita pikir. Kalau seseorang sudah kecanduan pornografi bukan gak mungkin kan dia akan melakukan hal itu. Dan bukan gak mungkin juga kalo remaja dengan nafsu yang sangat besar dan juga emosi yang masih labil akan melakukan hubungan seks di luar nikah akibat gambar-gambar porno yang kerap kali mereka lihat. Lalu karena banyak yang melakukan seks di luar nikah, banyak juga lah yang kemudian akhirnya hamil di luar nikah. Dan apakah para pelaku seks bebas tersebut siap untuk menanggung resiko punya anak dan tanggung jawab membesarkan anak? Tentu saja tidak!! Karena kebanyakan mereka tidak berpikir panjang saat melakukan hal tersebut. Kalau gak siap, yang mereka lakukan kemudian adalah mengaborsi anak sendiri..

Sebegitu parahnya moral remaja kita, mereka belajar menjadi seorang pembunuh hanya karena pornografi. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk mengaborsi bayi-bayi yang gak berdosa dan juga punya hak untuk hidup.

Setelah kita pikirkan lebih lanjut ternyata pornografi memang memiliki efek multiplier yang sangat besar sekali. Negara ini bisa hancur karena pornografi. Namun kenapa sekarang malah banyak yang senang melakukan tindakan pornografi itu?? Terutama kaum wanita..

Honestly,, sebagai sesama kaum wanita kami juga masih bingung, kenapa ya banyak wanita yang senang mempertontonkan bagian sensitive mereka kepada khalayak ramai?? Apakah mereka gak punya rasa malu? Apakah mereka tidak bisa menghargai diri mereka sendiri? Apakah mereka tidak merasa bersalah karena secara gak langsung mereka punya andil dalam kemunduran bangsa ini?
Kita tau semua wanita pasti senang kalau dibilang cantik, tapi cantik gak berarti harus buka-bukaan kan? Wanita akan lebih terhormat kalau dia bisa menjaga dirinya dari perlakuan yang tidak sepatutnya. Kalo buka-bukaan gitu gimana bisa jadi terhormat? Digodain cowok terus.. Lantas apa gunanya jadi wanita cantik tapi gak terhormat dan bisa dengan mudah dilecehkan oleh kaum lelaki?? Apakah mereka gak risih dengan setiap siulan iseng dan mata jelalatan dalam setiap langkah mereka?? Ataukah mereka bangga dengan hal itu??

Tapi kalau sudah dipegang oleh lelaki, baru wanita “buka-bukaan” marah dan menghina lelaki yang melecehkannya. Siapa suruh buka-bukaan? Jangan salahkan juga lelaki yang berani memegang anda bila anda gak bisa menjaga diri anda dengan baik. Kalo gak ada aksi, maka gak akan ada reaksi. Pelecehan itu menjadi reaksi dari kaum pria kalo kita gak bisa jaga diri dalam hal ini kalo kita berpenampilan yang terlalu “mengundang”.

Makanya buat kaum wanita, jangan mau menjadi objek pornografi. Memangnya gak malu apa mempertontonkan badan kita ke khalayak ramai? Memangnya gak mau menjadi wanita eksklusif? Wanita cerdas yang bisa menjaga kehormatan dirinya dari fitnah dan juga wanita yang hanya menunjukkan mahkotanya kepada suaminya yang sah. Kenapa kita memilih menjadi wanita murahan yang dengan mudahnya dilecehkan bila kita bisa menjadi wanita eksklusif?

Wahai kaum hawa.. Bertobatlah.. Jangan sampai kita menjadi pemegang andil yang terbesar dalam kebobrokan generasi muda kita nanti. Dari tangan kitalah nanti akan lahir generasi tangguh, namun dari tangan kita pulalah nanti akan lahir generasi yang bermoral rusak. Apakah kita mau menjadi kaki tangan setan dalam menghancurkan bangsa kita sendiri? Kalau Siti Hawa masih hidup, mungkin ia akan menangis menyaksikan kaumnya yang seperti ini.

Perempuan seharusnya menjadi pelita. Bagaimana kedudukan kita bisa sejajar dengan kaum lelaki bila kita terus dilecehkan karena kita gak bisa menjaga kehormatan kita sendiri. Introspeksi dulu deh sebelum menyalahkan orang lain.. Emansipasi sih emansipasi, tapi seharusnya emansipasi membuat wanita semakin cerdas, bukan membuat wanita makin “buka-bukaan” seperti sekarang ini.

Dulu nenek moyang kita susah payah membuat pakaian karena malu bagian tubuh mereka dilihat orang lain. Tapi kenapa saat pakaian dengan mudahnya kita ciptakan, kita malah melanggar fungsi dari pakaian itu sendiri. Kalau tetap masih mau buka-bukaan, tinggal aja di hutan menemani Tarzan, yang bahkan Tarzan pun sebenarnya pengen pakai baju Karena malu dilihat sama simpanse. Lalu bagaimana dengan kita??




RELATED POSTS

2 comments