Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

(lagi-lagi) puisi cinta

17.41 Dini Khoirinnisa A 1 Comments Category :

Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar..
Namun jika cinta kudatangi,
Aku jadi malu pada keteranganku sendiri..
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang,
Namun tanpa lidah,
Cinta ternyata lebih terang…
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya..
Kata-kata, pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta..
Dalam menguraikan cinta,
Akal terbaring tak berdaya..
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
Cinta sendirilah yang menerangkan cinta..
Dan percintaan..


Petikan Puisi Rumi dalam Diwan Shamsi Tabriz diterjemahkan oleh Abdul Hadi W.M
Dikutip dari Novel Dwilogi “Ketika Cinta Bertasbih” episode 2
*ngeposting ini bukan berarti lagi nyari makna cinta.. Cuma pengen share aja..*

RELATED POSTS

1 comments

  1. em,,,kalo mo deket2 ujian2 gitu,,emang suka jadi tiba-tiba romantis,,hohoho (baca: inget pengalaman sendiri,,)

    BalasHapus