Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

London, Please Tell Me that I am Not Dreaming :) #1

01.14 Dini Khoirinnisa A 4 Comments Category : ,


Pagi yang cerah. Aku terus melihat daftar barang-barang yang berbaris di buku catatanku kemudian mengambilnya, memasukannya dalam koper kemudian menmberi tanda cek list di sebelah kiri nama barang tersebut. Sudah hampir jam 10 siang, aku harus segera pergi ke minimarket dan membeli beberapa kebutuhan yang belum sempat terbeli karena 2 minggu sebelumnya aku memang sibuk mengurus berbagai macam hal mulai kepanitiaan, bantu penelitian LSM plat merah di depok, dll, termasuk mengurus mulai dari tiket pesawat sampai remeh temeh keberangkatanku ini ke London.

Ya. Tidak ada kesalahan tulisan atau kesalahan siapapun yang membaca tulisan ini. Aku, memang pergi ke London. United Kingdom. Eropa.

Sebutlah saya berlebihan atau apapun, tapi sungguh bagi saya, mahasiswa pas-pas an dari berbagai sisi (kepintaran, kemampuan bahasa inggris, materi) berangkat ke Eropa adalah sungguh hal yang luar biasa. Apalagi berangkat untuk berpartisipasi dalam sebuah kompetisi internasional dan bisa dibilang tanpa keluar uang dalam jumlah yang besar (dicover oleh sponsor dan universitas). Sungguh anugerah! Allah sungguh Maha Kuasa dan Maha Kaya J


Setelah berpamitan dengan orang serumah dan tetangga kanan kiri yang kebetulan ada di depan rumah, aku pun naik taxi menuju KOBER-Margonda tempat dimana aku akan bertemu dengan temanku yang akan diantar memakai mobil oleh keluarganya menuju Bandara Soetta. Dalam taxi, mama yang menemani perjalananku siang itu tidak henti menangis dan terus memeluk sambil memegang tanganku. Sejak aku mulai bisa mengingat hal-hal penting dalam hidupku, aku rasa ini pertama kalinya mama berbuat demikian padaku. Aku mengerti perasaan mama yang sungguh lembut dan mudah menangis ini (sifat ini nular 100 persen ke anaknya :P ). Beliau sungguh takut melepasku pergi selama 12 hari ke tempat yang jaraknya beribu-ribu mil dari rumah. Di tempat asing dimana mama tidak bisa dengan mudah mencariku.. tapi aku yakinkan, bahwa aku akan sebisa mungkin selalu berusaha menjaga diri dan berdoa, dan meminta doa dari mama dan keluarga J Insya Allah, Dia yang akan menjagaku ma J

16.45 WIB. Kami berlima mendorong trolley secepat mungkin ke arah loket check in qatar aiways. Pesawat take off jam 17.40 WIB. Check in di waktu-waktu akhir cukup membuat tangan kami gemetar saat harus mengisi kartu imigrasi sambil mengantri ke loket imigrasi. Konyol banget kalo ketinggalan pesawat ke UK Cuma gara-gara keasyikan nukerin uang di money changer . 
Tapi Alhamdulillah, Allah masih mengizinkan kami memulai pengalaman luar biasa ini J

Qatar. 
Tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa negara ini menjadi negara pertama di dunia yang bisa aku datangi. Sebuah negara di Asia Barat yang cukup maju karena kekayaan minyaknya layaknya negara-negara Arab lainnya. Aku cukup menikmati 10 jam di Qatar walau semua orang selalu kaget ketika mendengar kami harus transit selama itu. Toh kami bisa tidur di mushola yang nyaman, mendapat 2 kali makan, dan sempat pula berfoto dengan seorang bayi bule yang tampan. Hehehe. Ini buktinya kalau tidak percaya.



Doha International Airport sungguh luas, dari turun pesawat menuju kawasan transit saja harus menggunakan bis dengan waktu tempuh sekitar 10 atau 15 menit. Doha dari atas pesawat sendiri terlihat sangat terang benderang karena lampu-lampu berjejer tidak putus-putusnya di sepanjang jalan utama di kota tersebut.

Dan bandara Doha menjadi saksi benih-benih kekeluargaan kami mulai terasa saling mengisi satu sama lain J


--------------------------------------------------------------------------------------------
Sepanjang perjalanan di pesawat dari Qatar menuju London, aku sangat sering memperhatikan peta digital yang tertera di monitor. Sedang mengudara di atas negara manakah aku? Oh ya, Perancis, oh ya Jerman.. dan oh ya oh ya lainnya J


Perjalanan ini juga menjadi saksi betapa tidak kreatif dan lemahnya kemampuan menggambar saya dan dika (masih lebih kreatif sih dari saya :P) yang terlihat saat kami bermain untuk menebak kata dengan cara menggambarnya. Kalau tidak salah, gambar-gambar di bawah ini menunjukkan kata: surga, galau, ibu, dll, udah lupa lagi karena gambarnya juga ga meaning, haha, but thank you so much dika. Seriously, you’re really really such a nice friend :D
--------------------------------------------------------------------------------------------

Bandara Heathrow, London, sekitar pukul 13.30 waktu setempat.
Kami Cuma bisa tersenyum, tertawa sambil hampir mau melonjak-lonjak ketika pertama kali melangkah di bandara Heathrow, London. Syukur Alhamdulillah ya Allah. 
London, and we made it. 
Masih percaya ga percaya bahkan setelah beberapa hari di London kami masih sangat sering berucap “Kok ini kayak di luar negeri ya?” atau “Ini tuh gue berasa lagi ada di film-film yang selama ini gue tonton”. Dan kata-kata decak kagum lainnya.. J


Setelah melewati petugas imigrasi yang cukup tidak ramah dan deg-degan menunggu nasib luggage akhirnya kami hampir menuju pintu keluar bandara dan baru berucap “Gimana nih cara ke wisma merdeka?” Agak bodoh juga baru mikir ini sekarang. Baru saja Azhar mau beli kartu telepon lokal di London, tahu-tahu seorang Bapak sudah menghampiri kami dan bertanya “dari UI ya?”. Wah, Alhamdulillah ternyata Bapak ini adalah salah satu pegawai dari KBRI yang akan mengantarkan kami ke wisma merdeka tempat kami akan menginap selama di London. Dengan mobil cukup mewah dan berkapaitas luas ini kami menyusuri jalan-jalan di kota London untuk pertama kalinya dalam hidup kami.. 
ini beberapa foto yang diambil dari dalam mobil saat kami menuju wisma siswa merdeka KBRI di daerah Dartmouth Road, London..


 bus tingkat alias double decker, 



 di London sudah banyak banget Restoran halal :)



pertokoan-pertokoan classic but for me it's so coool :D


Ya Allah, sungguh banyak kemudahan yang telah kau berikan pada kami J
--------------------------------------------------------------------------------------------

Wisma siswa merdeka milik KBRI adalah sebuah rumah yang memiliki 6 buah kamar di lantai 2. Penghuni tetap dan pengelolanya adalah dua orang pasangan suai istri mantan mahasiswa S1 FISIP UI yang kini sedang melanjutkan studi di Inggris: Mba Fitri dan Mas Syahrul. Muda-muda begitu mereka sudah punya 3 anak: Si ramah Zaki dan Si dua bocah kembar ngegemesin Wafa dan Wafi.

Aku dan Monic nampaknya mendapat kamar yang paling nyaman yang bisa ditempati tamu di wisma itu. Menghadap langsung ke tepi jalan, lebih luas ruangannya, dan dilengkapi 2 buah penghangat ruangan alias heater. Perfectoooo :D 
Ini pemandangan di depan wisma:



---------------------------------------------------------------------------------------------

Sekitar jam 6.30 malam waktu London..
Mas Sahrul: “Tahan dulu, jangan pada tidur dulu supaya ga jetlag, bilangin juga ke temen-temennya, soalnya kalau ga, entar tengah malem malah kebangun terus ga bisa tidur lagi, malem-malem besoknya juga”
Dika dan Saya: “Oh gitu ya mas, iya nih sepanjang perjalanan kita juga diskusinn terus gimana caranya ngatur tidur supaya ga jetlag, oke deh, thanks ya mas”


Saya pun menuju kamar dan menemukan Monica yang sudah tertidur indah. “Yah si Monic aturan jangan tidur dulu”. Saya pun mencoba beres-beres di kamar sambil menahan kantuk. Berniat menanyakan sesuatu, saya pun ke kamar cowok-cowok dan ternyataaa, menemukan mereka juga sudah tertidur dengan damainya termasuk Dika yang tadi secara langsung denger advicenya mas sahrul. 
Cuma bisa mesem, terus ke kamar, membaringkan diri di atas tempat tidur dan menarik selimut. Good night, London!

*duh, gimana nih, baru hari pertama di London udah segini panjang T.T sambung lagi yaa besok, janjiii deeh :*
See yaa at the next posting wahai dirimu yang sudah membaca, terimakasih J





RELATED POSTS

4 comments

  1. i envy you, dini khoirinnisa! seriously. really. :D

    dini hebaaat!

    BalasHapus
  2. Baciiin, kamu update blog kah? mau mampir ah abis ini, jangan kecewakan aku ya, hahaha
    aku juga envy banget liat apa yg sudah bisa kamu lakukan, sekeren itu ciin, smoga anak2 planologi 5-10 tahun lagi bs merubah indo, ayo ciiin rubah indonesia pleeeasee T.T hehe

    BalasHapus
  3. wah alhamdulillah yah, udah terbang ke london..

    sy jd keduluan nih sm ka Dini..hehe

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah :')
    Ayoo adyan semangat, you should be there someday! :)

    BalasHapus