Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Serial “Love Story In Harvard”: Bukan Sekedar Cinta-cintaan

21.35 Dini Khoirinnisa A 3 Comments Category :




Dulu saya selalu terheran-heran, kenapa sih teman saya banyak sekali yang suka nonton serial korea? Sekarang sepertinya saya mulai tahu jawabannya :D

Sebenarnya ini bukan serial korea pertama yang saya tonton, sebelum ini saya pernah nonton “my little bride” sama 1 film lagi saya lupa judulnya. Tapi dua film itu tidak terlalu berkesan di hati saya, hehe. Sampai baru-baru ini saya dipinjamkan DVD Love Story in Harvard oleh teman saya, sebuah film yang tayang sekitar tahun 2004.  Saya lihat ada 4 keping DVD dalam bungkusnya. Dalam hati “aaah banyak bangeet”. Tapi saya mengiyakan untuk dipinjamkan karena sangat tertarik dengan judulnya yang menyertakan nama salah satu kampus terbaik di dunia itu..
Daaaan, sekitar 5 hari saya habiskan untuk menyelesaikan film ini, hahahaha. Abis, 1 keping DVD isinya ada 4 episode, 1 episodenya 1 jam -.- dan gak mungkin dong seharian kerjaan saya nonton dvd doang, hehehe.

Di tulisan ini sih saya gak mau ceritain gimana detail kisah di film itu, kalau mau tauu nonton sendiriii aja karena gak akan puas kalau Cuma diceritain :) di sini saya mau sharing insight atau pelajaran-pelajaran hidup yang bisa saya ambil di sini :)

~ untuk bertahan kuliah di luar negeri apalagi kampus sebagus Harvard itu bukan sesuatu yang mudah
Dalam kisah ini diceritakan bagaimana mahasiswa-mahasiswa Harvard even yang asli anak2 Amerikanya pun harus berusaha setengah mati untuk bisa mengikuti pelajaran di Harvard. Begadang, baca buku setebel-tebel bantal, sampai muntah-muntah, teriak-teriak tengah malam, masuk RS karena stress dan dehidrasi, hehe entahlah berlebihan atau gak, saya belum pernah ke Harvard :P. Kim Hyun Woo sebagai tokoh utama dalam film ini, kuliah di jurusan Hukum, kerjaannya di perpustakaan muluu sampai tengah malem dan saat pulang pun masih belajar untuk siap menghadapi kelas salah satu professor terbaik mereka: John H Keynes. Di sini diceritakan bagaimana Hyun Woo harus bekerja keras supaya bisa mengerti bahan kuliah dan berani berbicara dan meminta haknya karena Keynes agak mendiskriminasikan Hyun Woo saat kuliah. Tapi itu sebenarnya sengaja dilakukan oleh Keynes untuk menguji kekritisan mahasiswanya. Berkat kerja keras, ketidak putus asaan, dan berusaha untuk selalu beradaptasi dengan baik di lingkungannya, Hyun Woo menjadi lulusan terbaik di angkatannya J oya, satu hal sih yang memang tergambar dalam film ini, betapa mahasiwa Asia cukup culture shock melihat betapa bebasnya pergaulan di Amerika. Hahahaha. Makanya saya selalu berpikir jika ingin berada di luar negeri dalam waktu yang cukup lama suatu hari nanti, saya harus sudah menikah. Itu akan jauh lebih menenangkan dan menyenangkan. Apalagi kalau luar negerinya itu macam London atau Paris, klasik dan romantic paraah. Hahaha, STOP IT.

~ cinta tanah air
Kenapa Hyun woo semangat sekali untuk bisa menjadi yang terbaik di kelasnya? Karena dia cinta tanah airnya: korea. Dia ingin membuktikkan kalau negaranya itu hebat dan mampu bersaing dengan negara lain. Hyun Woo bilang ada bendera Korea di dadanya, jadi dia gak akan mudah menyerah, woooow.. semoga mahasiswa Indonesia juga pada kayak gitu ya, mau membuktikkan bahwa Indonesia itu bangsa yang patut diperhitungkan, dan mau mendedikasikan ilmunya untuk kemajuan tanah airnya :)

~ selalu mendedikasikan diri untuk membela orang yang ada dalam kesulitan dan kemiskinan
Di film ini, dua orang tokoh utamanya yakni Hyun Woo dan Soo In digambarkan sebagai orang yang sangat sangat mau berkontribusi bagi kaum lemah. Hyun Woo sebagai calon (dan kemudian jadi) pengacara sejak kuliah sudah mau membela seorang warga kulit hitam yang mendapat tindakan diskriminasi ras. Keberpihakan Hyun Woo terhadap kaum marjinal dan tereksklusi berlanjut hingga ia benar-benar menjadi pengacara. Ia sampai harus bertaruh nyawa untuk bisa membantu memenangkan kasus yang dialami oleh penduduk di salah satu kawasan industri di Korea yang terkena dampak limbah sebuah perusahaan MNC asal Amerika. Hyun Woo juga pernah menjadi volunterr saat masih kuliah, dia membantu seorang penderita HIV AIDS yang sudah sekarat. Walau sebagian besar motivasi kenapa dia membantu adalah karena Soo In, wanita yang mulai ia sukai juga menjadi volunteer saat masih kuliah. Soo in ini adalah seorang mahasiswa kedokteran di Harvard. Cantik banget, sangat pintar, dan disebut berhati malaikat. Dia mahasiswa miskin yang di sela-sela padatnya kuliah harus kerja part time untuk bisa bertahan hidup bersama ayahnya di Amerika. Soo In: Belajar, membantu banyak orang, sambil part time. Tangguh banget laaah pokoknya.

~ selalu tersenyum
 Ini, agak aneh sih. Hehe, tapi saya menangkap Soo In ini kenapa bisa selalu terlihat cantik karena dia senyuuuum terus. Mau susah sedih senang. Dan memang, saat sendiri kita bebas menentukan mau seperti apa ekspresi yang kita punya. Tapi saat bertemu orang lain, kita harus sebisa mungkin membuat orang lain nyaman dan senang berinteraksi dengan kita. Jangan malah membuat orang lain tidak nyaman karena kegusaran yang sedang kita alami. :)

~ kalau kita tulus, orang yang tidak suka pada kita pun akan merubah pikirannya
Ini juga pelajaran penting yang saya dapat. Sulit diceritakan di bagian mana dari film ini tapi sungguh jelas terasa. Jadi, biarlah andai kata di dunia ini ada orang yang tidak suka atau meremehkan kita. Lakukan saja yang terbaik dengan tulus, maka orang itu akan mengubah pikirannya sendiri tanpa kita minta..

~ untuk bisa bersama dengan orang yang tepat itu butuh perjuangan
Haha walau saya gak mau menonjolkan sisi cinta-cintaan dalam film ini, tetep aja harus diceritain, malah aneh orang judulnya aja udah love story :P. Iyaaah, jadi pemirsa, di film ini diceritakan bagaimana Hyun Woo dan Soo In sangat suliiit untuk bersama akibat kesalahpahaman, tidak mau saling menyakiti satu sama lain, tidak mau jadi beban, penyakit leukemia, tidak direstui orang tua, daan batu terjalan lainnya. But finally they got married J duhh apa ya yang mau dibahas, hehe.. entah sih ya, saya salut aja, dan kepikiran, ada beneran gak yah laki-laki kayak Hyun Woo, hahahaha. Yang se so sweet itu ucapan-ucapannya, dan se rela berkorban itu. Ah, sudahlah..
Ohya, sebenarnya ada 1 laki-laki lagi namanya Hong Jung Min, teman sekelas Hyun Woo yang juga sangat mencintai Soo In. Hyun Woo dan Hong Jung Min kerjaannya saingaaan mulu, ya pinter-pinteran di kelas, ya berebutan Soo In, ya berkompetisi di sebuah kasus, dll. Tapi di ending, Hong Jung Min akhirnya bisa menerima bahwa memang bersama Soo In bukanlah takdirnya, walau dia sudah sebaik itu sama Soo In. Hyun Woo dan Hong Jung Min malah terlihat sangat akrab di ending, jadi semacam sahabat yang sudah sangat saling mengenal satu sama lain. Sweet banget lah pokoknya :D. selain dua orang musuh yang di ending jadi sahabat itu, masih banyak sekali scene-scene sweet lainnya, saat mereka minta restu menikah sama orang tuanya, saat anak kecil yang dibunuh bapaknya sangat sayang sama Soo In, saat orang yang ditolong Soo In saat terkena serangan jantung ternyata bisa selamat, saat Hyun Woo sudah gak bisa berkata-kata dan Cuma bisa nulis apa yang mau dia sampaikan di kaca bus yang berembun, salah satu kalimat yang ditulis di kaca bus itu adalah: “My angel.. Fly high and Far.. If you need a rest, comeback to me soon, i love you..” hahahha, karena filmnya se so sweet ini, jadi film ini nampaknya hanya baik bagi orang-orang yang gak gampang galau, ambil sisi postitif lainnya aja :D

Ya sekian. Intinya sih, selalu ada hal-hal positif yang bisa kita ambil dari hal-hal di sekita kita. Dan film ini membuat saya lebih semangat untuk melakukan semua yang saya bisa untuk mencapai hasil terbaik, untuk lebih sadar bahwa bisa membantu orang lain itu sungguh menyenangkan, dan tapi tersadar pula bahwa semua yang indah-indah itu harus dicapai dengan perjuangan. Sooo, just give ur best and let’s He do the Rest. Wassalam J

Sumber Gambar:

RELATED POSTS

3 comments

  1. wah, korea fever udah sampai depok..haha Tp, betul jg ka, drama korea ceritanya bagus - bagus juga..hehe

    BalasHapus
  2. bagus sekali postingn x. . .i like bangett. Sekalian ama org x. .he he

    BalasHapus
  3. bagus.. suka film that winter the wind blows ?

    BalasHapus