Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Peri Pelangi..

07.05 Dini Khoirinnisa A 0 Comments Category :

Irma Detia Rini

Sebuah nama yang sudah lekat dalam ingatanku sejak kurang lebih 8 tahun terakhir. Walau mungkin sudah banyak yang mengenal Irma jauh lebih lama dariku, tapi sungguh sebuah hal yang sangat disyukuri bisa menjadi salah satu sahabatnya hingga saat ini :)

Saat ini Irma dan keluarga tengah berbahagia untuk mempersipakan pernikahannya yang akan dilaksanakan tg; 17 November 2013. Tapi tentu bukan hanya Irma dan keluarga yang berbahagia, kami sahabat-sahabatnya disini juga sangat berbahagia melihat Irma yang akan segera menggenapkan separuh agamanya, menggapai bahagianya dan kemudian melanjutkan mimpi-mimpinya..

Irma adalah seseorang yang luar biasa.. Semua yang mengenalnya pasti akan berpendapat sama. Teman-temannya punya beberapa panggilan sayang mulai dari Bundo, Ibu Peri, dll.
Ah Irma.. menulis sampai sini saja rasanya tenggorokanku sudah tercekat menahan tangis.. :')

Aku dan Irma dipersatukan pertama kali dalam sebuah kelas bernama X2 di Smansa Depok. Lalu persahabatan mulai erat terajut saat kami sama-sama mengikuti MPK dan OSIS tahun 2005-2006. Ternyata aku dan Irma sama-sama menjadi pengurus inti dari kedua lembaga tersebut. Irma di MPK dan Aku di OSIS. Kesamaan itu membuat aku dan Irma sering mengikuti rapat-rapat yang sama. Makan bareng, sholat jamaah bersama, pulang bersama, bahkan mungkin ke toilet bareng ya ma.. hehe..
Satu hal yang masih aku inget banget dari kebersamaan kita selama ini ma, karena kita rumahnya hampir searah dan angkotnya sama-sama sulit diakses (Irma D09 yang jam 6 sore udah ga beroperasi angkotnya dan aku naik D10 yang selalu penuh angkotnya karena sistem ngetem di terminal) membuat kami sering pulang bersama naik angkot D06, nanti aku turun di KSU, Irma turun di Raden Saleh, lalu lanjut Ojeg.. Tapi poin yang mau diceritakan bukan itu, yang mau diceritakan bahwa aku inget banget Irma sering banget beliin lauk nasi untuk keluarga Irma di rumah sebelum pulang.. Biasanya irma beli cap cay dan atau lainnya di Bakmi Langgara, hehe, Irma memang anak yang sangat dekat dengan keluarganya. Beberapa kali main ke rumah Irma memang terasa ramah dan hangatnya keluarga Irma, pantes aja Irmanya baik kayak gini ya :')


Momen lain yang masih teringat adalah saat aku dan Irma sama-sama tergabung dalam sie.Dana Usaha untuk AKSI 29 BONANSA.. Berpeluh keringat ya ma kesana sini cari sponsor dan donatur. Dan yang paling inget malah justru aktivitas kita tiap pagi untuk mendeliever jualan gorengan piscok ke kelas-kelas, haha. Kalau gak abis kita sendiri yg makan.. rasanya enak-enak aja ya walau dimakan siang hari pas udah dingin dan keras :)


Lanjut ke tahun kedua di Smansa, aku dan Irma pisah kelas karena Irma masuk kelas IPA dan aku kelas IPS.. tapi perbedaan kelas bukan berarti merengganggkan persahabatan kami. Justru rasanya makin erat karena kami sama-sama melanjutkan kegiatan kami di MPK OSIS 2006-2007. Di tahun kedua, aku, Irma, dan teman-teman mengalami banyak pengalaman luar biasa saat menjalani kepengurusan MPOS. Berbagai dinamika suka dan duka, berbagai kegiatan mulai dari MOS, LDK, AKSI, Perpisahan kelas 3, berbagai rapat, berbagai pengajian bulanan, dan momen-momen tak terlupakan lainnya. Tapi tentu satu ya Irma yang kita masih ingat sampai sekarang, momen saat harus berjuang keras mengecilkan defisit dari AKSI 30 Serenity. Kita semua tau Irma dan Tim Danus sudah sangat hebat, justru mungkin karena Tim Danus yang paling hebat maka itu ujiannya disana :') Alhamdulillah kita berhasil melalui semua itu dengan indah.. Indah bagi kita karena ada perjuangan dan pengorbanan di dalamnya yang dilalui bersama :)






Saat kelas XI kita bersama Najmi dan Tijo pernah manggung untuk kedua kalinya di Smansa ya ma? Kalau gak salah acara PARAS. Najmi  yang buatin puisinya dan kalau ga salah aku tidak berhasil menghapal puisinya jadi bawa contekan ke atas panggung, haha. Grup puisi Edelweis ini pertama kali dibentuk saat Pensi kelas X Abottenan. Kita satu-satunya yang nampilin puisi ga sih ma? Yang aku inget kita dapat nilai bagus aja :D


Di kelas 3, kita mulai sibuk dengan persiapan UN dan kuliah ya ma, tapi sesekali masih bantu kegiatan MPOS dan Rohis.. Alhamdulillah Allah mudahkan kita dan teman-teman untuk meraih mimpi melanjutkan belajar di Universitas yang kita inginkan :)


Selama kuliah entah kenapa kita masih sering ketemu ya ma, haha. Bahkan menjelang lulus dan bahkan setelah lulus hingga sekarang malah makin sering bertemu. Seperti kata Tere Liye ya ma, "..kebanyakan sahabat baik, terjadi dengan alami begitu saja. Tidak pernah tahu persis kenapa jadi dekat. Cocok satu sama lain dengan sendirinya, kompak, dan bersama-sama dengan sendirinya..."
Kita Ke dufan, lomba 17an, ke lembaga pemberi beasiswa luar negeri, pengajian bulanan, atau sekedar ngumpul-ngumpul di salah satu rumah temen kita.. Ah tapi Irma belum pernah main werewolf bareng kita nih, gimanapun caranya Irma harus pernah main werewolf ya ma bareng kita-kita :D 





Kini Irma mau menikah.. Ah, aku sudah terharu sejak pertama mendengar bahwa hari itu Irma akan dilamar. Aku merasa terhormat sekali ma bisa membantu walau sangat sedikit dalam proses pernikahan Irma, semoga Allah kuatkan selalu jiwa-jiwa kalian untuk berada dalam kebaikan ya ma.. Kami yakin pernikahan akan membuat Irma semakin hebat.. Walau mungkin setelah menikah sepertinya Irma tidak akan lagi menetap di kota ini, kota Depok yang telah menjadi saksi eratnya persahabatan kita, tapi aku dan teman-teman semua yakin bahwa Irma akan selalu menjadi sahabat terbaik untuk kami.. walau mungkin hanya lewat untaian kata di group whatsapp atau lewat doa yang selalu mengalir saat hujan turun seperti kebiasaan kita selama ini untuk saling mendoakan ketika rahmat Allah itu tiba di bumi :)




Terimakasih Peri Pelangi ku, terimakasih Irma, yang sudah menjadi sahabat terbaik untuk kami semua. Bahagiamu bahagia kami juga.. Semoga Allah karuniai keluarga barumu dengan cinta hingga ke surga :)


Sahabat baik seperti belajar naik sepeda
Walaupun lama tak bersua,
Jarak dan waktu memisahkan,
Saat bertemu kembali, tetap sama
Mungkin sedikit kaku di awalnya, tapi sama menyenangkan

Sahabat baik laksana lukisan bersejarah
Walaupun muncul teman baru
Tempat baru, sekolah baru, pekerjaan baru
Selalu ada tempat meletakkan lukisan tersebut
Di ruangan terbaik, dan semakin bernilai
Di antara benda-benda istimewa lainnya

Sahabat baik seperti hujan
Yang menyiram lembut tanah gersang nan tandus
Agar tumbuh benih-benih manfaat
Besok lusa tinggi menjulang karena kepedulian
Selalu begitu, tak pernah berhenti

Aduhai,
Sahabat baik bagai weker, dia mengingatkan
Sahabat baik bagai helm, dia melindungi
Pun bagai sapu lidi, tiada guna sapunya kalau hanya sehelai lidi
Sahabat baik adalah segalanya

Dan tentu saja
Dia lebih istimewa dibanding HP, laptop, gagdet kita
Yang pasti dibuang saat rusak atau ketinggalan jaman
Sahabat baik selalu sebaliknya: semakin lama, semakin istimewa
Selalu spesial.
-Tere Liye-
Kami menyayangimu ma! Terimakasih untuk semuanya selama ini :) Terimakasih! :")

RELATED POSTS

0 comments