Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Melahirkan Fatih Salman Agassi

11.45 Dini Khoirinnisa A 11 Comments Category :

Bismillahhirrahmanirrahim

Mumpung anak lagi tidur, kita update blog dulu :3
Sudah sejak beberapa hari lalu saya kepikiran untuk menulis cerita proses melahirkan saya yang pertama ini. Selain untuk agar bisa dikenang nantinya, semoga juga bisa ada manfaat yang bisa diambil untuk bumil-bumil yang sedang mempersiapkan persalinan dan kebetulan mampir di blog saya J

HPL atau Hari Perkiraan Lahir dari janin yang saya kandung sebenarnya baru tanggal 16 Mei 2016. Tapi melihat tren bumil-bumil lain di sekitar saya hehe, saya sendiri sudah feeling kalau persalinan saya akan maju dari perkiraan. Sejak pertengahan bulan April, tas yang berisi kelengkapan bayi untuk dibawa ke rumah sakit sudah siap. Namun tas yang berisi perlengkapan saya seperti baju, pembalut wanita, buku catatan kehamilan dari RS, dll baru saya persiapkan sekitar akhir April. Menyiapkan barang-barang yang akan dibawa ke RS ini begitu penting karena kelak saat kontraksi sudah datang, rasa-rasanya sudah tidak sempat dan fokus lagi untuk packing.

Cerita soal persalinan saya dimulai tanggal 5 dini hari. Sejak pukul 2 atau 3 pagi, saya sudah tidak nyenyak tidur. Badan rasanya gerah sekali dan perut agak ngilu-ngilu yang sulit dideskripsikan. Sampai akhirnya sekitar jam 4 pagi saya turun ke kamar orang tua saya, minta digelar kasur di ruang tengah yang rasanya lebih adem. Namun menjelang subuh itu, kontraksi makin nyata rasanya. Saya mencoba untuk menghitung dengan stopwatch, masih sekitar 10 menit sekali dengan durasi per kontraksi sekitar 1 menit. Saat adzan subuh berkumandang, saya coba untuk solat subuh, tak lama ibu saya memberi saya makan nasi dan opor ayam. Alhamdulillah masih sempat makan, saya sempatkan pula makan 1-2 buah kurma yang ada di kulkas. Lalu saya naik lagi ke kamar saya di lantai dua untuk memberitahu suami saya bahwa saya sepertinya sedang kontraksi. Sambil terus menghitung dengan stopwatch yang ternyata kontraksi saya sudah maju jadi sekitar 7-8 menit sekali dengan durasi sekitar 1 menit. Tak lama rasanya saya ingin BAB. Dulu saya sempat mikir, kalau mau melahirkan tapi ingin BAB juga, bakal bingung gak ya bedain rasanya hehe. Alhamdulillah ternyata beda rasanya, dan saya BAB dengan lancar wkwk. Sepertinya tubuh otomatis bereaksi untuk mengeluarkan dulu kotoran sebelum melahirkan, dan saya bersyukur karena sudah sempat BAB dulu di rumah, karena ternyata saat di RS ditanya hari itu sudah BAB atau belum, kalau belum mungkin akan dipaksa BAB dulu -.- dan ga kebayang BAB saat kontraksi sudah makin menguat, pasti ga karuan rasanya.

Lanjut ya, saat di toilet itu, saya sempatkan dulu juga cuci muka pakai sabun pembersih muka dan gosok gigi, supaya gak kucel-kucel banget lah. Setelah dari toilet itu, saya bilang ke suami, udah yuk kita siap-siap aja, kamu beres-beres juga apa yang mau dibawa. Sambil saya kasitau ke suami tas mana yang mau dibawa, dan agar membawa tas kecil saya yang berisi dompet, ktp, kartu asuransi, ATM, dll. Sambil menunggu suami saya beres-beres, saya turun lagi ke bawah, mencoba tenang tiduran sambil terus menghitung kontraksi. Sekitar jam 6.30 saat kontraksi datang makin kuat, perut rasanya sudah gak karu-karuan, saya mencoba menahan rasa sakit dengan merapatkan kedua kaki. Gemetar.. sakit.. tapi saya mencoba kuat. Sampai akhirnya sekitar jam 7, saya merasa kontraksinya sudah makin kuat dan sudah datang per 5 menit sekali, jadi kami sekeluarga memutuskan untuk berangkat ke RS..

Sekitar pukul 7.20 kami sampai di RS HGA, langsung menuju UGD dan suster bertanya kontraksinya sudah datang per berapa menit? Sambil merintih saya jawab sudah per 4-5 menit sekali dan saya juga sudah keluar flek sejak 3 hari lalu. Saat didorong menggunakan kursi roda menuju ruang bersalin, saya sempat sekilas melhat suami saya sedang mengurus administrasi, dan Alhamdulillahnya suasana RS saat itu sedang sepi. Jadi pengurusan administrasi berjalan lancar dan sangat cepat.
Saat di ruang bersalin, saya dicek pembukaan. Ternyata sudah pembukaan 3. Lalu dipasang alat di perut saya untuk menghitung detak jantung bayi, dan saya diminta untuk memegang semacam bel dan menekannya jika merasakan gerak bayi, hahaha suliit rasanya mendeteksi gerak bayi saat perut rasanya sudah gak karuan, jadi saya asal pencet aja sesekali, wkwk. 1 jam kemudian suster datang lagi untuk mencek pembukaan, dan sudah pembukaan 6, saya surprise juga sih tapi gak bisa banyak berkata-kata karena memang sudah lemes nahan sakitnya kontraksi. Menit-menit kemudian saya habiskan dengan meringkuk menahan kontraksi dan menahan agar tidak mengejan. Istighfar dan membaca surat-surat Alquran apapun yang terlintas di pikiran sambil dibimbing oleh ibu dan suami saya yang bergantian menemani saya karena mereka sambil mengurusi hal lain di luar sana (administrasi, mengecek kamar perawatan, mengabari keluarga besar, dll). Jari-jari kaki saya yang menjadi pusat dari pertahanan otot saya dalam menahan sakit, rasanya dingiin sekali. Saya sampai minta ibu saya untuk memijit-mijit jemari kaki saya agar terasa lebih hangat. Sekitar 1 jam kemudian yakni pukul 9.30 dokter kesayangan saya dr. Dewi Kooskurniawati, Sp.Og hadir dan mengecek pembukaan, beliau bilang oke sudah pembukaan lengkap, sudah boleh mengejan. Mendengar itu antara senang, deg-degan, dan lemes. Senang karena sudah pembukaan 10 artinya sudah tidak akan lama lagi saya menahan sakitnya kontraksi itu, tapi deg-deg an dan lemes juga karena inti dari melahirkan yakni mengejan untuk mengeluarkan bayi segera akan saya lakukan. Dokter dan suster segera gerak cepat menyiapkan segala peralatan, saya sempat dipakaikan celana melahirkan produknya dr.Valleria Sp.Og juga walau di tengah proses mengejan akhirnya celana itu dilepaskan lagi entah kenapa.

Saat semua sudah siap, saya diminta tidur menghadap miring ke kiri, dan diminta mengangkat kaki serta mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya sambil mengejan sampai 1 fase kontraksi itu selesai. Jika 1 kontraksi sudah hilang, kaki saya diturunkan kembali, dan saya beristirahat, minum, dll. Begitu terus berulang-ulang. Di awal sepertinya saya sempat mengejan di tenggorokan, dan diminta untuk mengejan di area bawah seperti ingin BAB. Saya terus mencoba sebisanya. Saya lihat di sebelah kanan saya, ibu saya terus berdzikir dan memegang tangan saya. Di sebelah kiri saya ada suami saya yang juga memegang tangan saya dan terus menyemangati saat saya sedang mengejan:

“Ayoo ambil nafas, keluarkan, iya bagus.. bagus.. teruss.. sedikit lagi.. baguss..” itu kata-kata yang saya ingat selalu keluar dari mulut suami saya selama 1 jam mendampingi saya. Walau saya gak tahu dan kayaknya dia juga gak tau itu beneran sedikit lagi atau masih jauh, hahaha. Tapi saya sangat senang atas sugesti positive yang diberikan suami saya. Makasih sayang, it means a lot :’)

Sampai akhirnya setelah sekitar 1 jam mengejan dan bayi belum kelua juga, dr. Dewi meminta izin untuk melakukan Vacuum karena detak jantung bayi juga agak melemah, khawatir dia sudah kelelahan juga. Kami semua setuju. Tak lama dipersiapkan dan alat itu dipasang, saya diminta mengejan lagi, dan dalam 1 atau 2 kali mengejan, keluarlah yang dinanti. Suara tangisnya langsung terdengar begitu ia keluar. Saya tak melihat apa-apa sampai pada akhirnya anak saya itu diletakkan di dada saya. Saya diminta untuk memeluk punggungnya agar suhu tubuhnya menjadi hangat dan kulitnya berubah menjadi kemerahan. Saya melihat wajah malaikat kecil itu dan langsung jatuh cinta. Wajahnya damai dan indah.
Alhamdulillah..


Sempat saya melihat ibu saya menangis terharu. Suami saya, saya agak lupa ekspresinya seperti apa, tapi saya tebak sih pasti dia sempat menangis walau sebentar dan ditahan-tahan hehe. Saya sendiri entah kenapa tidak menangis. Yang saya rasakan adalah lega, bahagia, tapi juga lemas sekali, dan mengantuk, hehe..

Tak lama diletakan di dada saya, Fatih langsung diadzani oleh Ayahnya, dan diiqamatkan secara duet oleh suami dan bapak saya. Setelah itu, selama kurang lebih 1 jam Fatih berada dalam dekapan saya sambil menunggu proses jahitan selesai yang sudahlah tidak usah diceritakan proses dan rasanya seperti apa hehehe..

Alhamdulillah wa syukurillah..

Terimakasih atas segala rahmat dan pertolonganMu Ya Allah
Dosaku begitu banyak, tapi Kau selalu berkenan memberiku kemudahan...
Selamat datang dalam kehidupan kami Fatih Salman Agassi
Semoga menjadi pembuka bagi keselamatan dan pertolongan untuk keluarga Agassi
Jadi anak sholeh dan bermanfaat untuk ummat ya, Nak

We love you before we met you, and now we love you more.. :’)




RELATED POSTS

11 comments

  1. Fatih dan Salman itu dua nama favorit aku >_<

    jadi inget pas nemenin kk lahiran anak kedua. Karena udh zuhur jd suaminya aku suruh sholat mumpung aku lg di rs, biar habis kk ipar sholat aku pulang. itu masih pembukaan 5 kalo g salah. pas kk ipar sholat tiba2 aja kamar jadi penuh sama bidan dan dokter dan kk aku disuruh ngeden2. aku dan kk aku bingung lah ya kita ga sadar kalau ternyata udh sempurna pembukaannya dan itu ngeden buat lahiran

    btw, met jadi ibu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya tadinya may pake salah satu aja antara Fatih atau Salman, tapi selalu ga sreg sm padanan nama lain, jadi yaudh dh akhrnya digabung aja wkwk

      Makasih ya chaan :D

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. noted mba dini... jd deg degan ini padahal masih lama... hihi doakan yaa semoga persiapanku sedetail mba dini dan diberikan kellancaran hehe...
    btw, namanya beneran bagua banget jd pengen gendong kaka fatih ��
    semoga kita segera dipertemukan ya mba dini hihi...
    selamat jadi ibu. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaw anin udh brpa bulaaan? Smg sehat terus dan lancar yaa :D

      Makasih niin :D

      Hapus
  4. Mohon doanya juga ya


    - Niken dan Fajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya niken dan ka fajar best luck buat kalian, bismillaahh insya Allah smua lancar yaa :)

      Hapus
  5. Dini salam kenal ya,
    Aku vina, temen nya ekky juga di Smansa, kaka kelas km juga ya dulu.
    Kebetulan lagi aku juga kontrol kehamilan sama dokter dewi. Dokter dewi emang banyak ya pasiennya. Dokter idola hehe
    Btw mau tany, sempet baca2 pas di HGA tentang celana melahirkan memang request atau sudah fasilitas saat lahiran? Kalo akhirnya dilepas sayang dong :D
    Jadi deg-deg an sama terharu baca ceritanya fatih :)
    selamat ya ekky dan dini sudah resmi jadi orangtua semoga kelak fatih menjadi anak yang sholeh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haloo ka vina :)
      Celana melahirkan aku gak request kak, tp langsung dipakein aja sm susternya pas pengen mulai mengejan, ntah fasilitas, ntah krn aku berjilbab, atau dr val emg lagi promosi dan krjsma dgn HGA hehe dan aku ga ngerti jg tapi knpa di tengah2 proses malah dilepas wkwk

      Makasih ya kakk, smg lancar juga kehamilan dan persalinannya nanti :)

      Hapus
  6. Terimakasih atas perjuangannya untuk melahirkan Fatih. Mari berjuang bertiga, sama Fatih, untuk bersama menuju langit. i love you and Fatih ❤❤

    *late comment* :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 sayangku,aku dengan bahagia melewati semua ini bersama-sama :)

      *very late reply wkwk*

      Hapus